Friday, June 3, 2016

ROKOK PAK GURU HERRY

Rokok Chairil Anwar
Kami memanggilnya Pak Herry. Dia guru bahasa Indonesia di SMA kami. SMA Negeri 1 Situbondo. Orangnya eksentrik. Kemeja dan celananya sering terlihat komprang membungkus tubuhnya yang ceking. Rambutnya ikal dan lebih sering terlihat basah. Seperti habis keramas atau diminyaki Tancho atau Urang Aring. 

Pak Herry, biasanya kebagian mengajar di jam-jam terakhir sekolah saat kantuk mulai menyerang kami para muridnya. Dia akan masuk ke kelas hanya dengan menenteng satu atau dua buku. Buku yang sering kami lihat, terlihat lecek. 

Jarang dia mengajar teori atau tata bahasa. Dia lebih banyak menerangkan karya sastra. Mengenalkan karya Sutan Takdir Alisyahbana, Marah Rusli, Idroes, Raja Haji Ali, Chairil Anwar dan sebagainya. Dan seandainya kami, murid-muridnya mengabaikan yang diterangkannya di depan kelas, dia tak pernah marah. Tidak ada teguran apa pun. Tak meminta perhatian.

Tapi justru karena itu, kami seperti tak enak padanya sehingga malah memperhatikan yang diterangkannya. Suasana kelas lalu seperti dihiptonis oleh kecuekannya dan cara mengajarnya yang sering teatrikal.

Pernah suatu siang, dia membedah puisi “Aku” Chairil Anwar. Pak Herry membaca puisi itu hingga tuntas. Lalu ketika selesai membacakan baris terakhir “Aku mau hidup seribu tahun lagi”, dia menambahkan kalimat penutup: “Begitulah kata Chairil sembari membuang puntung rokoknya. Selamat siang...”

Kami terkesima, dan lebih terkesima karena bersamaan dengan itu Pak Herry juga membuang puntung rokoknya ke luar jendela, segera mengambil bukunya di meja lalu keluar meninggalkan kelas. Meninggalkan kami yang masih terbengong-bengong.

Pak Herry memang perokok berat. Rokok kretek, dan dulu tak ada larangan bagi guru merokok di kelas. Para orang tua juga tidak ada yang memprotes bila guru anak mereka adalah seorang perokok. Tidak ada penolakan. Apalagi dibumbui alasan “merokok itu membunuhmu” dan sebagainya, seperti propaganda masif belakangan ini. Semua biasa-biasa saja. Tidak genit.

Dan guru perokok seperti Pak Herry, dulu, ada di mana-mana. Di banyak sekolah. Sebagian murid-murid mereka, kini mungkin jadi pejabat. Orang-orang penting di pemerintahan. Termasuk Menteri Anies Baswedan, yang kemarin menyatakan, guru yang merokok di sekolah akan mendapat sanksi. Bisa dimutasi.

[Status Facebook Rusdi Mathari]


EmoticonEmoticon