Menyebut islam dan kiri tidak kompatibel menunjukkan dangkalnya wawasan baik tentang islam dan kiri itu sendiri. Mengutip pemikiran Marx tentang agama adalah candu, tanpa menjelaskan alasan dan konteks kata-kata itu adalah upaya tendensius untuk mereduksi upaya kritis kelompok kiri untuk mengembalikan fitrah Agama agar tak terkooptasi oleh penguasa/kapital.Agama semestinya personal, merupakan relasi antara umat dan tuhan. Agamawan tidak lagi menjadi pesuruh kapital yang meredam gejolak perlawanan akar rumput, atau menjadi bidak bagi penguasa untuk mengontrol masa agar tunduk pada tirani. Candu di sini semestinya dapat menjelaskan, bahwa ada hama yang mesti disingkirkan agar agama bisa berfungsi dengan baik.
Agama, seperti juga mantan adalah supra struktur. Tapi apa lantas kemudian menjadikan ia kontra dengan pemikiran Marx? Menyadur Martin Suryajaya edalam "Menalar Marx", banyak pengritik maupun pemujanya keliru memahami Marx. Pernyataan tendensius? Tentu saja.
Martin menyebut ada banyak stereotipe yang abai terhadap Marx sebagai pemikir yang determistik: bahwa yang-material menentukan yang-mental, bahwa suprastruktur ditentukan sepenuhnya oleh basis. Atau misalnya juga menyebut mantan yang gemini tak perlu diajak balikan lagi. Ini pemahaman yang keliru.
Agama, seperti juga Islam, dalam banyak perjuangan revolusioner merupakan identitas dari basis. Baik melawan kapitalis ataupun kolonialis. Oh tentu kita tidak sedang membicarakan ISIS, juga tidak sedang membicarakan kamu yang aku rindu, tapi kita sedang bicara bagaimana Islam bersama kesadaran proletariat bergerak melawan supra struktur yang lain. Militer misalnya.
Tentu ada friksi yang mustahil disatukan antara Marxisme dan Agama. Tentang dialektika materialis dan tafsir wahyu yang menuntut ketundukan. Bagi saya ini perkara bagaimana kita melihat wahyu. Apakah masih selembut dahulu, atau sudah bersama yang lain.
Peristiwa Isra' Mi'raj membutuhkan ketundukan total. Bagaimana membuktikan peristiwa itu terjadi? Tapi tafsir yang progresif bisa berdampingan dengan Marxisme. Oh kita tidak sedang membuat islam menjadi lebih rendah daripada marxisme, dasar kamu genit. Isra' Mi'raj dapat diterjemahkan sebagai upaya nabi memperjuangkan hak ibadah yang tidak membebani umatnya. Ini progresif bukan?
Ada tendensi negatif menyebut agama dan marxisme itu seperti minyak dan air. Keduanya bisa digabung, kalau ada substansi lain yang tepat digunakan sebagai katalis. Apalagi kalau kemudian menyudutkan marxisme sebagai ideologi yang buruk karena peristiwa. Misal apabila menyebut kiri dua kali melakukan pemberontakan politik terhadap pancasila tapi abai dengan pemberontakan DI/TII.
Iki jane ngomong opo toh ndes?
[Status Facebook Arman Dhani]
EmoticonEmoticon