Friday, May 20, 2016

IGNORANCE: SELFIE PORA ATAU SELFIE PO RA?

Zakia Belkhiri, muslimah Belgia, melakukan selfie di antara demonstran anti-Islam.

Apa yang dilakukan Zakia ini, ingat bukan Zakiya-nya Bang Haji Roma, merupakan bentuk ignorance model baru.

Tidak bermaksud seksis, ia merupakan perempuan muslimah berjilbab yang melawan gerakan anti-Islam dengan cara penaka ignorance.

Ia berbeda dengan gerak tagar (hashtag) #kamitidaktakut sebagaimana reaksi berjamaah atas teror bom Sarinah. Apresiasi terhadap tagar "Kami Tidak Takut" tetap mendapat tempat, tetap dicatat. Namun tagar dan selfie pora tersebut dilakukan bukan saat ada terorisnya masih bedagilan.

Zakia melakukan selfie pora ini pada saat corong toa masih digemakan dan betis kaki demonstran anti-Islam masih hangat dari konvoi.

Inilah yang menurut saya lebih tepat dalam semangat bukan dalam kaidah mungkin bisa dikatakan sebagai "mujahidah selfie." Istilah "mujahidah selfie" lebih enak dan pas dipakai dan bukan "jihad selfie" karena "pelakunya yang berselfie" sedangkan "jihad" merujuk pada aktivitasnya. Istilah ini serupa dengan istilah yang sudah lama dituliskan oleh seorang wartawan Mesir, Khaled Diab, dengan "jihadist selfie"-nya. Ya, jihad itu luas. Ia tidak melulu berperang. Ia bisa dalam bentuk perkataan namun juga bisa dalam bentuk aksi yang menunjukkan kesungguhan (jahada) di dalam menebarkan kebaikan Islam; menegakkan Islam. Dan ini juga bisa dalam bentuk membela Islam dari gencetan.

Kalau sudah bicara pembelaan diri, siapa bilang perlawanan, resistensi, harus selalu lewat kekerasan? Kadang bukan dengan bom, bedil, pentungan, suara keras bisa lebih keras menggebuk dan memberikan kesadaran baru yang mencerahkan. Kadang. Kita bisa merujuk ini pada gerak ahimsa-nya Gandhi. Ingat, hanya ahimsa-nya saja bukan laku seksual kontroversial Gandhi.

Zakia ini melawan aksi konvoi anti-Islam ini dengan menetapkan hati berselfie di hadapan peserta konvoi. Ia mengambil risiko itu. Ia berselfie pada keadaan yang mungkin akan membuat seseorang akan menjauh dari lokasi. Ia mengguncang mereka dengan aksi yang seakan "ignorant"; cuek bebek pada plakat yang diunjuk tinggi-tinggi dan seruan anti-Islam. Ya, dengan aksi seakan "ignorant" ia melawan!

Jadi Mbak Zakia ini selfie pora (selfie for the sake of others' impression) atau kita lantas layak melabeli aksinya dengan tanya: selfie po ra? dan kita besar jadi dengan mantap menjawabnya: Ora! Dia melawan!

[Status Facebook Dipa Nugraha]


EmoticonEmoticon