Syaichona Zainur memang khoriqul 'adah. Di seantero pulau, beliaulah satu-satunya kyai yang tak mau bermatsna-ria, apalagi berta'addud. Beliau malah kerap kali mengkritik praktek poligami yang sembarangan.
"Sunnah Rasul kok dijadikan tameng? Tahu tidak? Selain Siti 'Aisyah, Rasulullah tidak menikahi wanita selain janda!"
Demikianlah, dan Syaichona menghabiskan seluruh waktu luangnya untuk mengasuh ikan-ikan piranha.
Sampai suatu hari, pagi-pagi sekali sesudah subuh, Bindereh Hodri menjemputnya.
"Mari ikut saya, Kak Toan!"
Ternyata Bindereh mengajaknya bertakziyah ke rumah tetangga yang baru wafat malam harinya. Si tetangga itu masih muda, terhitung pengantin baru dan belum punya anak. Kepada Syaichona, Bindereh menunjukkan foto-foto pasangan muda yang dipajang di rumah duka. Dan dari foto-foto itu, Syaichona dapat melihat dengan gamblang bahwa di dunia fana ini ada yang jauh lebih menarik ketimbang ikan piranha!
"Sama-sama menempuh resiko, kenapa 'dak cari alternatif yang lebih prospektip ketimbang ikan-ikan yang tampangnya jelek banget itu?"
Maka Syaichona pun bangkit minatnya. Dengan sepenuh hati ia bantu keluarga shohibul mushibah mengurus sagala sesuatu terkait jenazah, bahkan ikut memandikannya. Keluarga merasa berterimakasih sekali dan sejak saat itu jadi amat dekat dengan Syaichona. Tak ada satu masalah pun kecuali dimintakan saran dan nasehat dari beliau. Tampaknya keluarga sangat siap menerima Syaichona dengan tangan terbuka.
Tapi, masa 'iddah berlalu, tak terjadi apa-apa. Bahkan sampai berbulan-bulan sesudah itu, Syaichona tak juga mengambil langkah. Bindereh Hodri pun terheran-heran,
"Tunggu apa lagi, Kak Toan?"
Yang ditanya menggeleng.
"Hah? Percuma dong Kak Toan sudah repot-repot membantu ini-itu? Sampai ikut memandikan jenazahnya lagi!"
"Justru itu...", Syaichona mendesah, "Aku angkat tangan. Ketika memandikan dulu itu aku jadi tahu kalau aku ini tak punya maqom menjadi suami pengganti".
"Apakah waktu itu Kak Toan menyaksikan keramatnya jenazah?"
"Bukan soal itu..."
"Habis? Soal apa?"
Syaichona menampilkan mimik putus asa,
"Ukurannya seguwwiniiihhh..."
Ia memberi isyarat dengan membentangkan kedua tangannya.
[Status Facebokk Yahya Cholil Staquf]

EmoticonEmoticon